.

Pratamametalindo - hub . 08176076688
Meski proyek listrik 10.000 mega watt (MW) tahap pertama mengalami keterlambatan, namun industri kabel tanah air diprediksi tetap mengalami pertumbuhan hingga 20% di tahun 2012 ini.


Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel), Noval Jamalullail di Jakarta, Rabu (4/04/2012). Menurutnya, kapasitas produksi industri kabel domestik tahun lalu pertumbuhannya cukup tinggi dengan kapasitas produksi mencapai 500 ribu metrik ton.

"Jadi banyak kalangan swasta berniat untuk berinvestasi di tahun ini. Ini yang menjadi acuan kalau pertumbuhan industri kabel akan tetap bagus di tahun ini mengingat proyek 10.000 MW tetap masih akan jalan," kata Noval.

Menurut Noval pertumbuhan industri kabel pada tahun ini diprediksi sebesar 15-20% karena 80% total produksi diserap oleh pasar domestik. Selain proyek 10.000 MW tahap pertama, kalangan swasta masih besar dalam penggunaan kabel listrik dalam membangun proyeknya.

"Jadi, mundurnya proyek 10.000 MW tahap pertama tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kabel listrik domestik," ujar dia.

Noval menambahkan, bahwa persoalan molornya pembangunan proyek 10.000 MW tahap pertama dikarenakan masalah teknis yang dihadapi PLN karena kinerja Kontraktor dari China tidak tepat waktu. Hal ini bisa dari alat yang rusak dan lain sebagainya.

Namun begitu, dia tetap optimis proyek 10.000 tahap pertama akan selesai. “Ini masih proses dan nantinya juga akan selesai yang berlanjut ke proyek 10.000 tahap kedua serta ketiga,” jelasnya.