Meski proyek listrik 10.000 mega watt (MW) tahap pertama
mengalami keterlambatan, namun industri kabel tanah air diprediksi tetap
mengalami pertumbuhan hingga 20% di tahun 2012 ini.
Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel),
Noval Jamalullail di Jakarta, Rabu (4/04/2012). Menurutnya, kapasitas
produksi industri kabel domestik tahun lalu pertumbuhannya cukup tinggi
dengan kapasitas produksi mencapai 500 ribu metrik ton.
"Jadi
banyak kalangan swasta berniat untuk berinvestasi di tahun ini. Ini yang
menjadi acuan kalau pertumbuhan industri kabel akan tetap bagus di
tahun ini mengingat proyek 10.000 MW tetap masih akan jalan," kata
Noval.
Menurut Noval pertumbuhan industri kabel pada tahun ini
diprediksi sebesar 15-20% karena 80% total produksi diserap oleh pasar
domestik. Selain proyek 10.000 MW tahap pertama, kalangan swasta masih
besar dalam penggunaan kabel listrik dalam membangun proyeknya.
"Jadi,
mundurnya proyek 10.000 MW tahap pertama tidak terlalu berpengaruh
signifikan terhadap pertumbuhan kabel listrik domestik," ujar dia.
Noval
menambahkan, bahwa persoalan molornya pembangunan proyek 10.000 MW
tahap pertama dikarenakan masalah teknis yang dihadapi PLN karena
kinerja Kontraktor dari China tidak tepat waktu. Hal ini bisa dari alat
yang rusak dan lain sebagainya.
Namun begitu, dia tetap optimis
proyek 10.000 tahap pertama akan selesai. “Ini masih proses dan nantinya
juga akan selesai yang berlanjut ke proyek 10.000 tahap kedua serta
ketiga,” jelasnya.



